Rabu, 01 April 2015
buah Okra sayuran penangkal kanker, gula darah dan penyakit lainnya yang sangat ampuh
Kata okra masih terdengar asing bagi sebagian dari masyarakat Indonesia. Berbeda denganmasyarakat negara-negara di kawasan Asia Tengah maupun Asia Selatan, disana okra sangat digemari.Okra merupakan sayuran berbentuk buah yang dapat diolah menjadi beragam makanan lezat dan berkhasiat bagi kesehatan.Okra ( Abelmoschus Esculentus ) termasuk tanaman genus Hibiscus dari famili Malvaceae ( kapas-kapasan). Tanaman ini memiliki julukan Lady's Finger karena bentuk buahnya yang panjang dan meruncing di bagian ujungnya., seperti jari-jari lentik gemulai seorang wanita cantik.Menurut sejarah, tanaman okra berasal dari Afrika dan dibawa ke Amerika sekitar 3 abad lalu oleh para budak Afrika. Saat ini tanaman okra sudah dikenal luas di berbagai negara di Asia, eropa, dan Australia. Bahkan masakan berbahan dasar okra sangat populer di Sri Lanka, Jepang, Philipina,Arab Saudi dan Eropa. Di Indonesia okra tidak terlalu dikenal, walaupun ternyata tanaman ini sudah dibudidayakan sejak ratusan tahun silam.
KAYA PROTEIN DAN SERAT
Kandungan minyak pada biji okra dapat mencapai 40%. Minyak biji okra kaya akan asam lemak tak jenuh seperti asam oleat dan asam linoleat.Buah okra mengandung protein cukup tinggi, yaitu 3,9% dan lemak 2,05%. Energi di dalam 100 gram buah okra 40 kkal. Mineral di dalam buah okra adalah kalium ( 6,68%) dan fosfor ( 0,77%).Okra termasuk sayuran hijau yang kaya serat pangan. Selain serat, okra juga mengandung glutation. Serat sangat penting bagi tubuh karena dapat mencegah konstipasi ( susah buang air besar ), obesitas, hiperkolesterolemia ( kolesterol tinggi ), diabetes ( kencing manis), dan kanker kolon ( usus besar).
Serat pangan dibagi menjadi 2 jenis, yaitu serat larut ( soluble dietary fibre ) dan serat tidak larut ( insoluble dietary fibre ). Serat larut air ( SDF) mempunyai kemampuan hipokolesterolemik atau menurunkan kadar kolesterol darah. Mekanismenya yaitu, kemampuan menahan reabsorpsi garam empedu dari usus ke dalam darah, sehingga garam empedu banyak yang diekskresi.
Garam empedu disintetis dari kolesterol darah oleh hati. Terbuangnya garam empedu akan menurunkan kolesterol darah.Serat tidak larut ( IDF) berperan utama mencegah perkembangan kanker kolon. IDF akan meningkatkan volume feses, sehingga mengencerkan konsentrasi senyawa karsinogen.Kondisi ini akan menurunkan kesempatan senyawa karsinogen berinteraksi dengan dinding usus, sehingga memperkecil resiko kanker.
IDF juga menurunkan waktu transit feses di usus, sehingga dapat memperlancar buang air besar. Fermentasi serat oleh bakteri usus yang menguntungkan ( bakteri asam laktat) akan menurunkan pH di usus besar, sehingga dapat menekan perkembangan kanker kolon.
ANTIOKSIDAN DAN ANTIKANKER
Warna hijau pada sayuran, termasuk okra, disebabkan adanya pigmen klorofil. Klorofil memiliki sejuta manfaat karena bersifat antiradang, antimutagenik,antikanker, dan antioksidan. Sebagian antimutagenik dan antikanker, klorofil dapat mencegah kanker hati dan kanker kolon.
Sebagai antioksidan, klorofil dapat mencegah oksidasi kolesterol jahat oleh radikal bebas, sehingga pembentukan plak pada pembuluh darah ( aterosklerosis) dapat dicegah.
Klorofil juga dapat menyembuhkan luka tanpa disertai pembengkakan.
Semoga bermanfaat, salamSumber:GHS
Buah okra ampuh turunkan kadar gula darah
28/08/2012 pukul 23:19By Duto Sri Cahyonoin INTERMEZO,PENGOBATAN HERBALTags: buah okra turunkan gula darah, manfaat buah okra, menu makanan herbal,pengobatan herbal, tanaman herbal, tips herbalTinggalkan Komentar
Berdasar penggunaan beberapa penderita dan juga berdasar riset ilmiah yang sudah dilakukan, buah okra bisa menurunkan kadar gula darah. Mau bukti?
Datang ke negeri jiran, Singapura, Sandra Riswati-bukan nama sebenarnya-bermaksud untuk menjalani operasi usus buntu. Namun, sebelum operasi pasien menjalani pemeriksaan kondisi seluruh tubuh. Ketika itulah dokter mengungkap kadar gula darahnya tinggi, hingga 180 mg/dl. Menurut dr Reno Gustaviani Rustam, SpPD di Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, kadar gula darah berkisar 140-199 mg/dl berada pada toleransi glukosa terganggu (TGT).
Toleransi glukosa terganggu merupakan tahapan menuju diabetes mellitus. Setelah 5-10 tahun kemudian, sepertiga kelompok TGT akan berkembang menjadi diabetes. Seseorang menderita diabetes jika kadar gula dalam keadaan puasa lebih dari 126 mg/dl, atau kadar gula darah sewaktu-waktu diperiksa lebih dari 200 mg/dl. Penderita TGT berkaitan dengan resistensi insulin. Ia beresiko menderita aterosklerosis lebih tinggi dibanding kelompok normal.
Riset membuktikan okra Abelmoschus esculentus dapat menurunkan gula darah
Ciri 3P
Reno Gustaviani Rustam mengatakan TGT sering berkaitan dengan penyakit kardiovaskular, hipertensi, dan dislipidemia. Pantas, kadar kolesterol Sandra juga tinggi, mencapai 300 mg/dl, kadar normal kurang dari 200 mg/dl. Begitu juga kadar asam urat, mencapai 7 mg/dl, kadar normal kurang dari 7 mg/dl. Karena akan menjalani operasi, kadar gula darahnya mesti normal.
Menurut dr Hendarto Natadidjaja MARS SpPD di rumahsakit Royal Taruma, Jakarta, penderita berkadar gula darah tinggi tetap bisa menjalani operasi, asal kadar gula darahnya dikendalikan dahulu. “Operasi dalam keadaan gula darah tinggi, mempermudah terjadinya infeksi dan memperlama proses penyembuhan,” ujarnya. Belum lagi jika terdeteksi ternyata kadar gula darah yang berkomplikasi ke jantung atau ginjal. Itu justru meningkatkan risiko operasi.
Dokter Hendarto mengatakan bahwa tingginya kadar gula darah dalam tubuh karena kekurangan hormon insulin. Kekurangan itu terjadi karena produksi hormon insulin di pankreas berkurang atau absolut. Namun, kekurangan insulin bisa saja terjadi meski produksi cukup tetapi tidak berfungsi dengan baik karena reseptor insulin di dalam jaringan kurang alias kekurangan relatif. “Insulin berfungsi memasukkan glukosa dalam darah ke jaringan tubuh untuk dijadikan bahan bakar agar sel dapat beraktivitas,” kata Hendarto.
Berkurangnya produksi insulin bisa diakibatkan penurunan secara genetik, kelainan, maupun pola makan dan hidup yang memicu munculnya diabetes. Pola makan pemicu diabetes seperti konsumsi makanan mengandung gula dan lemak. Sementara pola hidup pemicu diabetes seperti banyak duduk dan kurang aktivitas. Data Profil Kesehatan Indonesia menunjukkan, pada 2005-2006 diabetes berada pada peringkat ke-9 penyakit tidak menular penyebab kematian di rumahsakit di seluruh Indonesia. Pada 2007, posisi itu naik menjadi peringkat ke-6 dengan jumlah kematian 5,7%.
Dr Hendarto Natadidjaja MARS SpPD menjelaskan, kadar gula darah yang tinggi itu nantinya dikeluarkan lewat urine. Itulah sebabnya jumlah air kemih yang dikeluarkan lebih banyak dan penderita mengalami dehidrasi. Akibatnya, penderita menjadi sering haus. Gula yang tidak masuk dalam jaringan menyebabkan jaringan kekurangan asupan energi, akibatnya timbul rasa lapar. “Sering kencing, haus, dan lapar, menjadi gejala utama dari diabetes. Atau yang dikenal dengan 3P, polidipsi, poliuri, dan polifagi,” ujarnya.
Selain gangguan metabolisme karbohidrat, terjadi pula gangguan metabolisme lemak dan protein yang dapat menimbulkan kolesterol tinggi. Akibatnya, terjadi penyumbatan pembuluh darah, baik pembuluh makro maupun mikro. Efeknya berupa disfungsi ereksi, serangan jantung, stroke, gagal ginjal, kebutaan, dan penyakit rongga mulut. Paru-paru orang diabetes mudah terkena tuberkulosis.
Seringkali penderita diabetes tidak memberikan gejala klinis, terutama pada orang tua. Setelah beberapa tahun baru diketahui bahwa kadar gula darahnya tinggi. “Seringkali penyakit diabetes ditemukan secara kebetulan,” ujar Hendarto. Itu seperti yang dialami Sandra. Ia sebelumnya ia tidak mengalami gejala seperti haus, lapar dan sering kencing seperti yang dialami penderita kadar gula darah tinggi.
dr Hendarto Natadidjaja MARS SpPD “Insulin berfungsi memasukkan glukosa dalam darah ke jaringan tubuh untuk dijadikan bahan bakar agar sel dapat beraktivitas.”
Konsumsi rebusan okra dapat mengontrol kadar gula darah
Makanan berlemak menjadi pemicu tingginya kadar gula dalam darah
Maria Margaretha Andjarwati memanfaatkan okra untuk mengobati panas dalam
Okra baik tumbuh di daerah tropis dan subtropis
Riset membuktikan okra Abelmoschus esculentus dapat menurunkan gula darah
Buah okra
Untuk mengatasi kadar gula darah tinggi, Sandra mengonsumsi obat penurun gula darah yang diberikan dokter. Meski telah mengonsumsi obat dokter, kadar gula darahnya tidak juga turun. Ia juga berpantang dengan gula agar kadar gula darahnya tidak semakin tinggi. Demi gula darah stabil, ia mengonsumsi 100 gram nasi per hari. Ketika itulah, pada Oktober 2011, ia mendapat informasi bahwa konsumsi okra menurunkan kadar gula darah.
Berharap mendapat kesembuhan, ia menuruti saran dari sang rekan. Ia mencuci 3 buah okra berukuran besar, panjang 15 cm atau 6 buah okra berukuran sedang (10 cm), kemudian memotongnya menjadi potongan 3 cm. Ia lalu merebus okra tanpa kupas kulit dalam 2 gelas air hingga mendidih dan tersisa 1 gelas air. “Panci berbahan tembikar lebih aman untuk perebusan,” ujar Sandra.
Air rebusan itulah yang ia minum sehari sekali setelah makan. Setelah 3 bulan rutin mengonsumsi okra, kadar gula darahnya turun. Itu dibuktikan dengan kadar gula darah di angka normal, 103 mg/dl. Agar dapat mengontrol gula darah sewaktu-waktu ibu 5 anak itu memiliki alat periksa gula darah sendiri.
Okra Abelmoschus esculentus berasal dari Asia Tenggara. Namun lebih populer di India, Afrika Barat, dan Brasil. Para pekebun di Indonesia, mulai menanam okra sejak 1877. Teysmann mewartakan dalam het Natuurkunding Tijdschr v.N.I. jilid 38 halaman 55 bahwa ketika kunjungannya ke Makassar pada 1877 melihat biji okra diperdagangkan dengan nama kopi jawa dan dikirim ke Singapura sebagai pengganti (surogaat) kopi. Buahnya yang panjang melancip dari eksemplar-eksemplar dimakan mentah sebagai sayuran, penduduk memakannya sebagai lalap.
Meski kondisi kadar gula sudah menurun, Sandra masih rutin mengonsumsi okra dengan dosis sama. Badannya juga terlihat segar. “Punya penyakit gula tapi kok terlihat segar,” ujarnya menirukan ucapan rekan. Saat melakukan pemeriksaan gula darah pada awal Juli 2012, gula darah puasanya 98 mg/dl, setelah makan 122 mg per dl. Padahal ia baru saja makan nasi 3 kali, dan kue manis. Operasi yang dilakukan Sandra pun akhirnya lancar. Selain kadar gula darahnya yang turun, kolesterol dan asam urat yang ia derita juga ikut membaik.
Riset
Khasiat okra sebagai penurun gula darah terbukti dalam riset Uraku A.J. bersama rekan di Departemen Biokimia, Ebonyi State University, Nigeria. Mereka membagi 60 tikus albino ke dalam 4 kelompok. Grup A sebagai kontrol normal, B kontrol diabetes, C perlakuan ekstrak air okra, dan D perlakuan ekstrak etanolik okra. Mereka menginduksi tikus dengan aloxan dosis 75 mg per kg bobot tubuh, kecuali kelompok kontrol normal, agar menjadi diabetes.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak okra memiliki efek hipoglikemik dan dapat digunakan dalam pengobatan diabetes. Penurunan glukosa darah tertinggi pada grup yang mengonsumsi 800 mg ekstrak per kg bobot tubuh, yakni 38,7 mg/dl. Bandingkan dengan kelompok yang mengonsumsi 400 mg ekstrak air dan 800 mg ekstrak etanol per kg bobot, penurunannya 35 mg/dl.
Periset menduga adanya senyawa tertentu dalam okra yang bisa mempercepat lintasan metabolisme dalam tubuh untuk menjaga keseimbangan kadar glukosa dalam darah. Dari riset juga terbukti bahwa okra tidak memberikan efek racun pada enzim hati melalui ALP (alkaline fosfatase) dan serum aminotransferases (AST). Dalam 100 gram okra mengandung air 90 gram, 2 gram protein, 1 gram serat, 7 gram karbohidrat, dan 70-90 mg kalsium.
Herbalis di Jakarta Utara, Maria Margaretha Andjarwati, meresepkan okra untuk panas dalam. Bahkan, ia sendiri memetik khasiatnya ketika mengalami panas dalam seperti sariawan dan bibir pecah-pecah. Ia merebus 5-6 buah okra, satu siung bawang putih plus sedikit garam ke dalam 2 gelas air hingga mendidih. Ia meminum rebusan air okra sehari 2 kali. Hasilnya, pada hari ketiga panas dalam yang ia rasakan hilang. Lukas Tersono Adi, herbalis di Bintaro, memanfaatkan okra untuk rematik. Bagi penderita diabetes, okra bisa digunakan sebagai sayuran
Langganan:
Postingan (Atom)



